Breaking: Dunia dalam Bahaya, Perjanjian Nuklir Rusia-AS Resmi Bubar

New START Berakhir: Rusia Lepas dari Batas Hulu Ledak Nuklir, Dunia di Ambang Perlombaan Senjata Baru?

MOSKOW – Dunia kini memasuki era ketidakpastian keamanan global setelah perjanjian pengendalian senjata nuklir terakhir antara Rusia dan Amerika Serikat (AS), New START, resmi berakhir pada Kamis (5/2/2026). Tanpa adanya kesepakatan pembaruan dari Washington, Moskow secara resmi menyatakan tidak lagi terikat oleh batasan jumlah arsenal nuklir yang telah berlaku selama lebih dari satu dekade.

Rusia

Kementerian Luar Negeri Rusia menegaskan bahwa berakhirnya pakta ini memberikan keleluasaan penuh bagi mereka dalam mengelola sistem pertahanan strategisnya. “Kami berasumsi bahwa para pihak dalam perjanjian New START tidak lagi terikat oleh kewajiban atau deklarasi simetris apa pun,” tulis pernyataan resmi tersebut melalui kantor berita AFP.


Intisari Berita: Apa yang Perlu Anda Ketahui?

  • Status Perjanjian: New START resmi kedaluwarsa per 5 Februari 2026 tanpa perpanjangan.

  • Posisi Rusia: Moskow tidak lagi merasa terikat batas 1.550 hulu ledak, namun mengklaim akan tetap bertindak “bijaksana” kecuali ada ancaman keamanan nasional.

  • Posisi AS: Pemerintahan Donald Trump melalui Menlu Marco Rubio menginginkan pakta baru yang wajib melibatkan China sebagai kekuatan nuklir ketiga.

  • Risiko Global: Berakhirnya pakta ini memicu kekhawatiran akan perlombaan senjata nuklir yang tidak terkendali (Nuclear Arms Race).


Dinamika Politik: Mengapa Kesepakatan Ini Gagal?

Meskipun Presiden Vladimir Putin sempat menawarkan perpanjangan sukarela selama satu tahun pada September lalu, Moskow mengeklaim tidak mendapat tanggapan formal dari Gedung Putih. Di sisi lain, Presiden Donald Trump dan timnya tampak lebih fokus pada restrukturisasi total arsitektur keamanan global.

Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, menekankan bahwa pengendalian senjata di abad ke-21 tidak bisa hanya melibatkan dua negara. “Tidak mungkin melakukan sesuatu tanpa menyertakan China, mengingat stok mereka yang tumbuh sangat pesat,” ujar Rubio.

Persyaratan AS untuk menyertakan Beijing menjadi tembok besar dalam negosiasi, mengingat China secara konsisten menolak untuk bergabung dalam pembatasan yang menurut mereka masih jauh di bawah level arsenal AS dan Rusia.


Analisis Mendalam: Apa Dampaknya Bagi Keamanan Dunia?

1. Transparansi yang Hilang

Selama New START berlaku, kedua negara saling melakukan inspeksi di lapangan dan pertukaran data secara berkala. Berakhirnya perjanjian ini berarti “mata” dunia terhadap gudang senjata nuklir terbesar di planet ini kini tertutup rapat.

2. Efek Domino ke Negara Nuklir Lain

ICAN (Kampanye Internasional untuk Menghapuskan Senjata Nuklir) memperingatkan bahwa tanpa batasan, negara-negara seperti Inggris, Prancis, India, dan Pakistan mungkin akan merasa tertekan untuk meningkatkan kapasitas nuklir mereka demi menjaga keseimbangan kekuatan (Balance of Power).

3. Modernisasi Senjata Hipersonik

Tanpa batasan New START, Rusia dan AS kemungkinan besar akan mempercepat pengembangan kendaraan luncur hipersonik yang mampu membawa hulu ledak nuklir dengan kecepatan yang sulit dicegat oleh sistem pertahanan udara saat ini.


Reaksi Internasional: Seruan Moral dari Vatikan

Keprihatinan mendalam datang dari pemimpin tertinggi Gereja Katolik, Paus Leo XIV. Beliau mendesak para pemimpin negara untuk tidak membiarkan instrumen perdamaian ini hilang tanpa pengganti yang efektif. “Saya mendesak Anda untuk mencari jaminan bahwa instrumen ini ditindaklanjuti secara nyata demi keselamatan umat manusia,” tegasnya.

slotbola88

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*